Friday, May 16, 2014

ai



“Ai” sapaku pada farel yang sedang asik memandang handphone miliknya
“kenapa lagi kamu?” tanya farel seperti mengerti apa yang aku maksud. “engga biasanya kamu manggil aku Ai” farel menatapku dengan tajam
Aku tertawa “engga apa-apa”
“jangan pernah temuin aku kalau kamu masih engga mau cerita dan nutup-nutupin  semuanya” ucap farel mulai marah “aku tahu maksud kamu ra,”
Aku tersenyum dan mulai angkat bicara “kenapa kamu masih manggil dia Ai? Aku liat di pesan itu” tanyaku pada revan
“dari awal aku engga pernah mau bahas ini, tapi kamu selalu ungkit-ungkit masa lalu aku. Apa sih yang kamu cari?” farel mulai mengeraskan suaranya. “dia itu masa lalu aku. Jujur aku masih manggil dia Ai waktu itu, tapi sekarang udah engga. Terlebih saat aku kenal kamu ra, aku udah engga ada kontak-kontakan lagi sama dia, ada sms tapi bukan smsan!”
“kenapa kamu masih nyari dia? Kenapa kamu masih nanya nomor handphone dia ke adiknya lewat pesan? Kenapa rel,?
“aku benar-benar engga ngerti lagi sama kamu ra, aku udah capek sama kamu! Apa salah aku minta nomor dia? Apa salah kalau aku masih mau menjaga silaturahmi sama dia? Mantan engga harus musuhan kan?”
“bisa kan jaga perasaanku? Sedikit aja rel,”
“aira! Sekali lagi aku ngomong sama kamu, aku sama dia itu udah sseperti layaknya adik kakak, engga lebih. Kalau seperti ini seakan-akan kamu engga percaya aku sayang sama kamu, kamu curiga kalau aku masih punya rasa sama dia”
“tapi….”

sebelum aku melanjutkan perkataanku, farel dengan cepat meninggalkan aku sendirian, ia benar-benar marah padaku.
Tapi sungguh aku tak pernah ingin  membuatnya marah. aku sangat begitu takut dan ringkih melihat nyalak mata farel yang berapi-api. Aku tak ingin melihat sorot mata penuh kebencian yang menyiratkan seolah aku tak  pantas berada di hadapannya untuk kedua kali. Aku kehilangan farel yang mencintaiku saat itu.
 Air mataku sudah tak tertahan lagi, seperti ada yang memaksanya keluar. Mengapa ia masih belum mengerti kalau aku sangat takut akan kehilangannya, aku takut ia kembali pada cinta pertamanya.
Seharian ini farel tidak bisa dihubungi, ia benar-benar tidak ingin bicara padaku lagi, seolah-olah dia sudah sangat membenciku karena sudah menuduh dia masih memiliki rasa dengan mantannya.  ini sungguh membuat aku gelisah, yang hanya kulakukan saat itu hanya mencoba menghubunginya berkali-lagi dan pastinya menangis. Aku tidak bisa melihat ia marah berlama-lama denganku.
Esoknya aku mencoba menunggunya di depan kelas, sambil mencoba sekuat tenaga menahan tangis
“rel tunggu!” sapaku menahan farel dengan tanganku saat ia lewat begitu saja di depanku
“apa?” ucap revan jutek
“ada yang pengen aku omongin”
“mau ngomongin apa lagi? Bukannya semua sudah jelas?”
“buatku ini belum jelas rel”
“aku engga ada waktu!” ucap farel sambil berjalan pergi melewatiku
“sebentar aja rel, please” pintaku memohon sambil memegang erat tangannya mencegahnya pergi
“cukup ra, cukup! Aku udah capek sama kamu. Ngerti engga sih?” bentak farel sambil menghempaskan tanganku dari tangannya

Lagi lagi air mataku menetes, sungguh sangat sakit di bentak dan di perlakuin kasar seperti itu, tapi aku mengerti kedaan saat itu, dia masih sangat emosi
‘aku minta maaf, tolong jangan marah padaku lagi” aku mencoba tersenyum tapi tetap saja air mata tetap menetes pada pipiku ini “aku janji engga akan pernah lagi mengungkit-ungkit masa lalu kamu lagi, aku engga akan bertanya soal dia lagi rel”

farel tidak menjawab ucapanku, ia hanya mengangguk dan menatap mataku, tangannya mengusap air mataku. Ia pernah bilang kalau ia engga tega melihat air mataku jatuh apalagi di depan matanya. Kemudian ia memelukku hingga perasaanku merasa baikan

Cemburu

“hai rel” sapa seorang wanita pada farel, “apa kabar? udah lama banget engga ketemu ya? makin ganteng aja” ledek wanita itu pada farel sambil tersenyum genit
“hai, Alhamdulillah baik” jawab farel singkat “oh, aku kesana dulu ya” ucap wanita itu sambil menunjuk meja kantin yang lainnya


Kemudian farel mengiyakan, aku yang dari tadi merperhatikan mereka hanya tertawa dalam hati sambil menyantap nasi goreng buatan ibu yani, pemilik kantin favoritku bersama farel, kami sering kesini setelah selesai kuliah atau saat jam kuliah sedang  kosong
“fans lagi tuh hahaha” ledekku pada farel “mulai deh” ucap farel mulai kesal


Deeeeeeeeeerrrtt deeeeeeeeerrrrtttt deeeerrrrrrtttttt

 Handphone farel bergetar, aku yang mempunyai radar kepo yang sangat tinggi dengan cepat mengambil handphone farel di atas meja seperti kucing yang di beri ikan. farel yang sedang asik makan tidak kaget dengan kelakuanku yang mengambil handphonennya tiba-tiba itu, bahkan mungkin dia akan sangat heran jika handphonenya berbunyi tapi wanitanya ini tidak bereaksi apa-apa.

“siapa?” tanya farel sambil mengunyah nasih goreng seafoodnya
“biasalah fans kamu, nanya kamu lagi ngapain? udah makan apa belum?” ucapku agak sedikit meledeknya, padahal perasaanku sangat kesal.
“hahaha “ farel hanya tertawa melihatku manyun, ia tahu kalau wanitanya ini sedang cemburu. Kemudian farel mengambil handphonenya dari tanganku dan membalas sms dari salah satu fansnya itu

Aku yang mulai kesal tidak bernapsu untuk mengabiskan nasi gorengnku, nasinya bahkan aku acak-acak timunnya aku potong-potong tidak beraturan, tisu di meja aku potong kecil-kecil dan aku campurkan dengan nasi gorengku.

“tau deh ya yang punya fans” ucapku kesal“tuh kan mulai deh, yang tadi kamu baca smsnya itu dari adik kelas aku, dan aku sama dia engga ada apa-apa sayang”

Aku mengambil handphonenya lagi yang sudah ditaruh di atas meja “ini siapa?. Terus ini?, terus yang ini?, kemudian yang ini?, yang ini? Lalu yang ini?” kusebut namanya satu persatu, memaksa farel untuk menjawab pertanyaanku
“dia itu teman aku, dia itu adik kelas aku, dia itu temen aku di sekolah, dia itu temen rumahku, dia itu saudaraku” farel menjawab pertanyaanku satu persatu. “siapa lagi yang pengen kamu curigain?”

Aku terdiam, aku tak menyangka ia menjawab pertanyaanku sedetail itu

“aira… kamu percaya kan sama aku?” tanya farel padaku
“aku percaya kamu, tapi aku engga percaya sama fans-fans kamu itu”
“ hahahaha aku engga merasa punya fans loh” farel tak bisa menahan tawa. “lagi pula aku engga selalu balas sms mereka, dari pada aku balas sms mereka mending aku smsan sama kamu, yaa engga?” ucap farel meyakinkanku sambil mengedipkan matanya

Aku masih terdiam

“engga usah cemburu-cemburu engga jelas lagi ya sayang, percaya aja sama aku, kalau aku sayangnya sama kamu. Aku males bahas hal yang engga penting” ucap farel meyakinkan lagi
“kamu pikir aku suka kalau cemburu?”aku yakin semua orang engga ada yang suka sama yang namanya cemburu!” ucapku kesal
“bukan gitu maksud aku ra, tapi……”
aku memotong  ucapan farel “udah lah rel, kamu emang engga pernah ngerti perasaan aku. Kalau aku disuruh milih aku juga engga mau ngerasain cemburu. Rasanya nyesek rel, sakit banget. Aku takut kehilangan kamu,  Kamu tau kan rasanya gimana? Oh atau jangan-jangan kamu emang engga pernah ngerasain sama yang namanya cemburu. Jadi kamu anggap cemburu aku engga penting” emosiku sudah mulai tak terkontrol

“sayang dengerin aku ya, pria dan wanita itu punya cara tersendiri untuk mengatasi rasa takut kehilangannya. Tolong jangan samakan itu. Aku sangat takut kehilangan kamu, tapi bukan berarti aku harus over protective sama kamu, ngebatasin siapa aja yang deket samaa kamu. Tapi aku mengatasi itu semua dengan rasa percayaku sama kamu. Aku percaya kamu engga akan pernah kelain hati, mana mungkin sih bidadari aku tega ninggalin aku, ya kan?”

Aku menatap mata farel, mata itu benar-benar menenangkan. Aku tersenyum kearahnya. Sekarang perasaanku sudah membaik

Sunday, May 4, 2014

terimakasih



Teruntuk laki-laki yang selalu membuatku bahagia karena tingkah manjanya dan betah berlama-lama berada dalam dekapnya, terima kasih sudah datang. Terima kasih telah memberi kesempatan bagi debarku untuk jatuh cinta lagi kepadamu. Terima kasih telah membuatku tersenyum meskipun hanya mambaca pesan singkat darimu. Terima kasih tentang senyumanmu dan tawa canda yang kita ciptakan berdua. Terima kasih telah datang dan berjuang. Terima kasih telah menjadi orang yang selalu mendengarkan saat semua orang tak peduli pada apa yang aku katakan. Terima kasih untuk selalu ada saat semua orang memilih meninggalkan.Terima kasih sudah begitu baik kepadaku selama aku berada di sini. Terima kasih untuk setiap hal-hal menyenangkan yang telah kau berikan. Aku sayang kamu.


            Terimakasih tentang beberapa tangisan entah itu tangisan bahagia atau tangisan kesedihan. Terima kasih karena kau telah mengajariku banyak hal tentang rasa sakit, tentang  harapan dan tentang keikhlasan. Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih sudah mampir di kehidupanku. Jalanilah hidupmu sendiri dengan senyuman. Aku pun begitu, Aku siap melangkah meninggalkanmu sebagai kenangan terindah :)

aku mencintaimu



Aku mencintaimu.
Tak pernah sedikitpun terbersit niat dalam pikiranku untuk menyakitimu. Aku selalu ingin menjadi yang paling baik di matamu. Semua yang ku lakukan semata-mata hanya untuk kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Hingga apa-apa tentangmu yang tak berhubungan denganku selalu berhasil membuatku cemburu. Aku ingin menjadi satu-satunya bagimu, sebagaimana kamu yang menjadi satu-satunya bagiku. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Setiap puisi cinta yang aku tulis, selalu tentangmu dan tentang kita. Agar aku bisa mengabadikan detik demi detik hal indah yang pernah kita lalui bersama melalui tulisan sederhana. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Maka berbaiksangkalah pada perempuan ini, sayangku. Sebab ia mencintaimu dan bersyukur atas kehadiranmu
Aku mencintaimu.

aku tak marah



Aku tak marah…
saat kau lebih memilih menyerah dan pergi meninggalkan
aku tak marah…
saat kau mulai pasrah


aku tak marah…
saat kau bersembunyi dan membiarkan aku membersihkan sisa-sisa pertengkaran semalam dengan sendirian
aku tak marah…
saat kau mulai acuh dan tak pernah peduli lagi dengan  rasa sesakku dan air mata yang tak henti mengalir


aku tak marah
saat kau tak pernah menganggap aku ada
aku tak marah
saat kau tak menginginkan keberadaanku lagi


sungguh aku tak marah
dan tak akan pernah bisa marah padamu
aku hanya marah pada diriku sendiri
karena aku tak mampu membuatmu memperjuangkan aku, memperjuangkan kita

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com